PELAKSANAAN TUGAS KESEHATAN KELUARGA DALAM PERAWATAN DAN PENGOBATAN TB PARU PADA PENDERITA TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI BESAR BANJARBARU
Abstract
ABSTRAK
Â
Peneliti :
Marwansyah, Yeni Mulyani, Khairir Rizani
Jurusan Keperawatan Poltekkes Banjarmasin
Â
Penyembuhan TB paru membutuhkan waktu yang cukup lama, oleh karena itu peran keluarga dalam perawatan penderita sangat penting. Permasalahan kesehatan maupun keperawatan yang dialami oleh keluarga dapat teratasi jika keluarga mempunyai kemampuan dalam melaksanakan ke lima tugas kesehatan keluarga. Penelitian ini bertujuan mengetahui pelaksanaan tugas kesehatan keluarga dalam perawatan dan pengobatan TB paru terhadap penderita TB paru di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar.
Penelitian merupakan penelitian deskriptif , dengan rancangan Crossectional. Penelitian dilaksanakan pada wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru. Waktu pelaksanaan penelitian mulai penyusunan proposal sampai penyajian laporan penelitian selama 8 bulan (bulan Januari s.d Juli 2015). Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang mempunyai penderita TB paru, terdaftar dan sedang menjalani program pengobatan pada periode bulan Januari sampai dengan Desember 2014 yang berada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru berjumlah 41 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah semua keluarga yang mempunyai anggota keluarga menderita TB paru yang sedang menjalani pengobatan pada bulan Januari s.d Desember 2014. Teknik sampling menggunakan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan variabel penelitian Pelaksanaan tugas kesehatan keluarga. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dan disajikan berupa tabel distribusi frekuensi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tugas keluarga dalam mengenal masalah kesehatan sebagaian besar dalam katagori cukup 63,4%, mengambil keputusan untuk tindakan yang tepat sebagian besar dalam katagori cukup 63,4%, memberi perawatan kepada anggota yang sakit katagori tinggi 85,4%, mempertahankan lingkungan fisik rumah yang menunjang kesehatan katagori tinggi 68,3% dan menggunakan fasilitas kesehatan katagori tinggi 97,6 %.
Puskesmas sebagai pelaksana pelayanan primer hendaknya lebih mengoptimalkan upaya pemberdayaan keluarga dalam melaksanakan lima tugas kesehatan keluarga khususnya pada aspek kemampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan TB Paru dan perawatannya.
References
Ali, Zaidin. (2009). Pengantar Keperawatan Keluarga, Penerbit Buku kedokteran EGC, Jakarta
Depkes RI (2007). Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis, edisi 2, Jakarta
Effendi, N. (1998). Dasar-Dasar Keperawatan Kesehatan Masyarakat, ed.2 , Penerbit Buku kedokteran EGC, Jakarta
Friedman, M.M. (1992). Family Nursing, Theory & Practice, 3th ed, Appleton & Lange.
Kemenkes RI (2011). Strategi Nasional Pengendalian TB di Indonesia 2010-2014, Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan, Jakarta
Kemenkes RI. (2013). Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis, Jakarta.
Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar 2013, Badan Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan, Jakarta
Masri dan Effendi (2003). Metode Penelitian Survei, penerbit LP3ES, Jakarta
Notoatmodjo, S (2003). Ilmu Kesehatan Masyarakat, Rineka Cipta, Jakarta
Nursalam & Effendi, F (2008). Pendidikan Dalam Keperawatan, Salemba medika, Jakarta
Pohan, S.I (2007). Jaminan Mutu Layanan Kesehatan, Penerbit Buku kedokteran EGC, Jakarta
Setiadi. (2008). Konsep & proses Keperawatan Keluarga. Graha Ilmu, Jogjakarta
WHO (2011). Global Tuberculosis Control: WHO Report 2011, WHO Press, World Health Organization, Switzerland.
Copyright article owned by Jurnal Citra Keperawatan